Manusia Cenderung berpihak ke yang Kaya meski salah

Manusia cenderung berpihak ke yang kaya meski salah



Mana yang menguntungkan, bukan mana yang benar. Zaman sekarang bukan lagi mana yang benar dan mana yang salah, tapi lebih kemana yang menguntungkan. Yang jujur dan tulus tidak dianggap, tapi yang berkhianat dan manipulasi malah didengar, maka tetaplah istiqomah dijalan yang lurus, karena kebenaran akan selalu menang, dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Hal ini telah difirmankan Allah dalam QS. An Nisa ayat 143 :
مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلًا "Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya."

Orang-orang munafik selalu terombang-ambing, terkadang mereka condong kepada orang-orang beriman dan di lain waktu mereka condong kepada orang-orang kafir dan munafik lainnya.

Mereka tidak pernah benar-benar bergabung dengan salah satu golongan tersebut karena mereka hanya mencari keuntungan saja, sedangkan mereka tidak mengetahui bagi golongan mana kesudahan yang baik. Apabila nampak kemenangan berada pada salah satu golongan maka mereka akan mengaku termasuk ke dalam golongan tersebut.


Dan barangsiapa yang tabiatnya senantiasa tersesat dari kebenaran akibat perbuatan dan sikap yang dia lakukan, maka kamu tidak akan mampu menemukan jalan petunjuk baginya, meskipun kamu berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkannya dengan berbagai hujjah dan dalil. Demikianlah sunatullah yang tak akan berubah dan berganti.

Referensi : Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Komentar