Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

Gambar
Dalam Islam, bulan Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan penuh peristiwa besar dalam sejarah umat Islam . Banyak kejadian agung terjadi di bulan ini, baik yang berkaitan dengan wahyu, kemenangan Islam, maupun peristiwa penting umat. Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan Turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an) Peristiwa paling agung di bulan Ramadhan adalah turunnya Al-Qur’an. Allah ﷻ berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185) Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira melalui Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar. Peristiwa ini menjadi awal risalah Islam. Lailatul Qadar Allah ﷻ mengabadikan malam ini dalam satu surah khusus, yaitu Surah Al-Qadr. “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3) Malam ini terjadi di salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Pada malam itu: Ditentukan takdir tahuna...

Fiqih Ramadhan (6) : Zakat Fitrah & Panduan Praktis Menghitung dalam Rupiah

Gambar
  ZAKAT FITRAH DALAM ISLAM Pengertian Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap Muslim pada akhir bulan Ramadhan sebagai bentuk penyucian diri dan kepedulian sosial. Disebut fitrah karena: Berkaitan dengan “fitrah” (keadaan asal manusia) Wajib karena datangnya Idul Fitri Dalil Kewajiban Zakat Fitrah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik budak maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits lain menyebutkan: “Zakat fitrah itu sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud) Hukum Zakat Fitrah Mayoritas ulama menyatakan: ➡ Wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Wajibnya berlaku bagi: Laki-laki dan perempuan Anak kecil dan dewasa Bahkan bayi yang lahir sebelum terbenam matahari di akhir Ram...

Fiqih Ramadhan (5) : Hukum Qadha & Fidyah dalam Puasa Ramadhan

Gambar
  HUKUM QADHA DAN FIDYAH DALAM PUASA RAMADHAN Dalam syariat Islam, jika seseorang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur tertentu, maka ada dua kemungkinan kewajiban pengganti: Qadha → mengganti puasa di hari lain Fidyah → membayar tebusan dengan memberi makan orang miskin Keduanya memiliki hukum dan ketentuan berbeda. QADHA PUASA Pengertian Qadha Qadha adalah mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan dengan berpuasa di hari lain setelah Ramadhan. Dalilnya: “Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185) Siapa yang Wajib Qadha? 1. Orang Sakit (yang ada harapan sembuh) Jika sakit dan tidak mampu berpuasa, maka: Boleh tidak puasa Wajib qadha setelah sembuh 2. Musafir Jika safar memenuhi syarat jarak safar menurut fiqih: Boleh berbuka Wajib qadha setelahnya Walaupun mampu puasa, tetap boleh berbuka menurut jumhur ulama. 3. Wanita Haid dan Nifas Wanita yan...

Fiqih Ramadhan (4) : Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan

Gambar
Sunnah puasa adalah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat berpuasa agar pahala semakin sempurna dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. SUNNAH-SUNNAH PUASA RAMADHAN Makan Sahur Hukum: Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan) Rasulullah ﷺ bersabda: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hikmah Sahur: Menguatkan fisik untuk beribadah Pembeda antara puasa Muslim dan Ahlul Kitab Waktu mustajab untuk doa (akhir malam) Disunnahkan: Mengakhirkan sahur mendekati waktu Subuh Walaupun hanya seteguk air Mengakhirkan Sahur Dalam hadits disebutkan jarak antara sahur Nabi ﷺ dan adzan Subuh sekitar bacaan 50 ayat Al-Qur’an (HR. Bukhari & Muslim). Artinya: Jangan sahur terlalu awal Selama belum masuk fajar, masih boleh makan Menyegerakan Berbuka Rasulullah ﷺ bersabda: “Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim) 📌 Sunnahnya: Berbuka seg...

Fiqih Ramadhan (3) : Pembatal-Pembatal Puasa

Gambar
  PEMBATAL–PEMBATAL PUASA Puasa berarti menahan diri dari hal-hal tertentu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah. Allah ﷻ berfirman: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar), kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.” (QS. Al-Baqarah: 187) Para ulama menyebutkan beberapa hal yang membatalkan puasa: Makan dan Minum dengan Sengaja Ini pembatal yang paling jelas. Jika seseorang: Makan atau minum dengan sengaja Dalam keadaan tahu sedang puasa Tidak dipaksa ➡ Maka puasanya batal dan wajib qadha. ❗ Jika Lupa? Jika makan/minum karena lupa, maka tidak batal. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang lupa lalu makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena Allah yang memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hubungan Suami-Istri di Siang Hari Ramadhan Ini termasuk pembatal paling berat. Jika dilakukan dengan sengaja di siang hari Ramadhan: ➡ Wajib: Qa...

Fiqih Ramadhan (2) : Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa

Gambar
  FIQIH RAMADHAN Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa Dalam ilmu fiqih, para ulama membedakan antara: Syarat wajib → syarat yang menyebabkan seseorang terkena kewajiban puasa. Syarat sah → syarat yang menentukan apakah puasa yang dilakukan dianggap sah atau tidak . Keduanya berbeda dan penting untuk dipahami. SYARAT WAJIB PUASA Syarat wajib adalah syarat yang membuat seseorang wajib berpuasa Ramadhan . Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi , Maliki , Syafi'i , dan Hanbali menyebutkan syarat wajib puasa adalah sebagai berikut: 1. Islam Puasa hanya diwajibkan kepada Muslim. Orang kafir tidak dituntut berpuasa di dunia, tetapi akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat atas kekafirannya. Dalil: QS. Al-Baqarah: 183 dimulai dengan: “Wahai orang-orang yang beriman…” Artinya, kewajiban ini khusus bagi orang beriman. 2. Baligh Anak kecil belum wajib puasa. Namun, orang tua dianjurkan melatih anak berpuasa sejak kecil agar terbiasa. Tanda baligh: Mimpi basah (...

Fiqih Ramadhan (1) : Apa yang Perlu Dipersiapkan Menyambut Ramadhan?

Gambar
Dalam Islam, Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan tarbiyah ruhiyah (pendidikan spiritual), tazkiyatun nafs (pensucian jiwa), dan momentum perubahan hidup. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183 bahwa puasa diwajibkan agar kita mencapai taqwa . Karena itu, persiapan menyambut Ramadhan harus dilakukan secara iman, ilmu, mental, dan amal . 1. Persiapan Ruhiyah (Spiritual & Hati) a. Taubat Nasuha Sebelum masuk Ramadhan, seorang Muslim dianjurkan membersihkan diri dari dosa. Allah ﷻ berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kamu beruntung.” (QS. An-Nūr: 31) Taubat meliputi: Menyesal atas dosa Berhenti dari maksiat Bertekad tidak mengulanginya Mengembalikan hak orang lain jika ada Ramadhan adalah bulan ampunan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Celaka seseorang yang mendapati Ramadhan lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) b. Memperbaiki Niat Puasa Ramadhan adalah ibadah yang sangat bergantung pada ...

Kewajiban Menjaga Nama Baik Kedua Orang Tua dengan Meluruskan Fitnah

Gambar
Dalam Islam, apabila kedua orang tua yang telah wafat difitnah padahal mereka berada di atas kebenaran dan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, maka anak wajib berusaha meluruskan fitnah dan menjaga nama baik orang tuanya sesuai kemampuan dan koridor syariat. Kewajiban ini bahkan lebih kuat dibanding saat orang tua masih hidup, karena orang tua yang wafat tidak lagi mampu membela diri. 1. Prinsip Dasar: Kehormatan Orang Mati Tetap Dijaga Islam menegaskan bahwa kehormatan manusia tidak hilang dengan kematian. Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah meninggal dunia, karena mereka telah sampai kepada apa yang mereka kerjakan.” (HR. Bukhari) Para ulama (An-Nawawī, Ibn Ḥajar) menjelaskan: Larangan ini berlaku lebih keras bila celaan itu dusta (fitnah). Menyakiti kehormatan mayit sama dengan menyakiti kehormatan orang hidup, bahkan dosanya bisa lebih besar karena korban tidak bisa membela diri. Maka, membiarkan fitnah terhadap orang tua yang wafat termasuk kelalaian ...