Fiqih Ramadhan (4) : Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan



Sunnah puasa adalah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat berpuasa agar pahala semakin sempurna dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.


SUNNAH-SUNNAH PUASA RAMADHAN


Makan Sahur

Hukum: Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah Sahur:

  • Menguatkan fisik untuk beribadah

  • Pembeda antara puasa Muslim dan Ahlul Kitab

  • Waktu mustajab untuk doa (akhir malam)

Disunnahkan:

  • Mengakhirkan sahur mendekati waktu Subuh

  • Walaupun hanya seteguk air


Mengakhirkan Sahur

Dalam hadits disebutkan jarak antara sahur Nabi ﷺ dan adzan Subuh sekitar bacaan 50 ayat Al-Qur’an (HR. Bukhari & Muslim).

Artinya:

  • Jangan sahur terlalu awal

  • Selama belum masuk fajar, masih boleh makan


Menyegerakan Berbuka

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

📌 Sunnahnya:

  • Berbuka segera setelah yakin matahari terbenam

  • Tidak menunda tanpa alasan


Berbuka dengan Kurma atau Air

Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan:

  • Kurma basah (ruthab)

  • Jika tidak ada, kurma kering

  • Jika tidak ada, air

Ini menunjukkan kesederhanaan dan kesehatan.


Membaca Doa Saat Berbuka

Doa yang masyhur:

“Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruq wa tsabatal ajru insya Allah.”

Artinya:

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah.”

Waktu berbuka termasuk waktu mustajab untuk berdoa.


Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185).

Dalam riwayat disebutkan Malaikat Jibril menemui Rasulullah ﷺ setiap Ramadhan untuk muraja’ah Al-Qur’an (HR. Bukhari).

Para ulama salaf bahkan mengurangi aktivitas lain demi fokus membaca Al-Qur’an.


Memperbanyak Sedekah

Rasulullah ﷺ adalah orang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan (HR. Bukhari).

Bentuknya bisa:

  • Memberi makan orang berbuka

  • Membantu fakir miskin

  • Sedekah harian


Menjaga Lisan & Akhlak

Puasa bukan hanya menahan lapar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak. Jika ada yang mencacinya, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini termasuk sunnah adab puasa.


Memperbanyak Doa

Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak.

Ramadhan adalah bulan:

  • Ampunan

  • Pembebasan dari neraka

  • Dikabulkannya doa


I’tikaf di 10 Hari Terakhir

Rasulullah ﷺ beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai wafatnya (HR. Bukhari & Muslim).

Tujuannya:

  • Mencari Lailatul Qadar

  • Fokus ibadah

  • Menjauh dari kesibukan dunia


Qiyamul Lail & Tarawih

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang menegakkan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Tarawih termasuk sunnah yang sangat ditekankan.


Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)


Ringkasan Sunnah Puasa

  1. Sahur

  2. Mengakhirkan sahur

  3. Menyegerakan berbuka

  4. Berbuka dengan kurma/air

  5. Doa berbuka

  6. Tilawah Al-Qur’an

  7. Sedekah

  8. Menjaga lisan

  9. Memperbanyak doa

  10. I’tikaf

  11. Tarawih

  12. Memberi makan orang puasa


Puasa yang sempurna bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi dihiasi dengan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ.

Semakin banyak sunnah yang kita amalkan, semakin sempurna dan bercahaya puasa kita.

Baca juga : Fiqih Ramadhan (5) : Hukum Qadha & Fidyah dalam Puasa Ramadhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasad Iri Dengki dan Kaitannya dengan Kisah Nabi Yusuf

Pandangan Islam tentang Pemilihan Penerus Dakwah dan Potensi Hasad Anak Lain

Fiqih Ramadhan (5) : Hukum Qadha & Fidyah dalam Puasa Ramadhan