Tata Cara Puasa Arafah 9 Dzulhijjah dan Ibadah-Ibadah yang Dianjurkan
Tata Cara Puasa Arafah 9 Dzulhijjah dan Ibadah-Ibadah yang Dianjurkan
Hari Arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha. Hari ini termasuk salah satu hari paling mulia dalam Islam. Bagi kaum muslimin yang tidak sedang berhaji, disunnahkan melaksanakan puasa Arafah karena memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu penghapusan dosa selama dua tahun.
Adapun bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah, mayoritas ulama memakruhkan puasa Arafah agar mereka kuat dalam beribadah dan berdoa ketika wukuf.
I. Keutamaan Hari Arafah
1. Hari Penyempurnaan Agama
Allah berfirman:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
QS. Al-Mā’idah: 3
Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini turun pada hari Arafah ketika Rasulullah ﷺ melaksanakan Haji Wada’. Ini menunjukkan agungnya hari Arafah dalam Islam.
2. Hari Banyaknya Pembebasan dari Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka dibanding hari Arafah.”
HR. Muslim
Hadits ini menunjukkan bahwa hari Arafah adalah hari ampunan, rahmat, dan dikabulkannya doa.
3. Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
HR. Muslim
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar memerlukan taubat khusus.
II. Hukum Puasa Arafah
Puasa Arafah hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi orang yang tidak berhaji.
Dalilnya adalah hadits-hadits shahih tentang anjuran puasa Arafah.
Namun bagi jamaah haji yang sedang wukuf, Rasulullah ﷺ tidak berpuasa pada hari Arafah sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ummul Fadhl binti Al-Harits dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
III. Tata Cara Puasa Arafah
1. Menentukan Tanggal 9 Dzulhijjah
Puasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan penetapan kalender hijriyah yang berlaku di negeri masing-masing atau keputusan pemerintah/otoritas Islam terpercaya.
2. Niat Puasa
Niat tempatnya di hati. Tidak wajib dilafalkan.
Contoh niat:
“Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Karena puasa Arafah termasuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada malam hari ataupun di pagi hari sebelum tergelincir matahari selama belum makan dan minum sejak subuh.
Dalilnya adalah hadits dari Aisyah binti Abu Bakar bahwa Nabi ﷺ pernah berniat puasa sunnah di pagi hari.
HR. Muslim
3. Makan Sahur
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena pada sahur terdapat keberkahan.”
HR. Bukhari dan Muslim
Hikmah Sahur
- Menguatkan tubuh untuk ibadah
- Membantu kekhusyukan
- Pembeda antara puasa umat Islam dan ahli kitab
Waktu sahur terbaik adalah menjelang fajar.
4. Menahan Diri dari Pembatal Puasa
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari wajib menahan diri dari:
- makan,
- minum,
- hubungan suami istri,
- muntah disengaja,
- dan pembatal puasa lainnya.
Selain itu juga menjaga:
- lisan,
- pandangan,
- pendengaran,
- dan hati dari maksiat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”
HR. Bukhari
5. Memperbanyak Doa Menjelang Berbuka
Hari Arafah adalah waktu mustajab untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
HR. Tirmidzi
Disunnahkan memperbanyak:
- istighfar,
- doa dunia akhirat,
- doa untuk orang tua,
- doa kaum muslimin,
- permohonan hidayah dan keselamatan.
6. Menyegerakan Berbuka
Ketika matahari telah terbenam disunnahkan segera berbuka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
HR. Bukhari dan Muslim
Disunnahkan berbuka dengan:
- kurma,
- air,
- atau makanan ringan.
Doa berbuka:
“Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah.”
HR. Abu Dawud
IV. Ibadah-Ibadah yang Dianjurkan pada Hari Arafah
1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Allah berfirman:
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
QS. Al-Hajj: 28
Para ulama tafsir seperti Abdullah bin Abbas menjelaskan bahwa termasuk di dalamnya adalah hari-hari sepuluh Dzulhijjah.
Bentuk Dzikir
-
Takbir:
Allahu Akbar
-
Tahmid:
Alhamdulillah
-
Tahlil:
Laa ilaaha illallah
-
Tasbih:
Subhanallah
Takbir Muthlaq
Disunnahkan sejak awal Dzulhijjah sampai akhir hari tasyrik.
2. Memperbanyak Tahlil
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa terbaik pada hari Arafah adalah:
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
HR. Tirmidzi
Maknanya:
- mentauhidkan Allah,
- mengagungkan kekuasaan-Nya,
- dan mengakui seluruh kerajaan milik-Nya.
3. Membaca Al-Qur’an
Hari Arafah termasuk waktu yang sangat utama untuk memperbanyak tilawah.
Karena Al-Qur’an adalah dzikir terbesar dan sebab turunnya rahmat Allah.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
QS. Al-Isra’: 9
4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa.
Allah berfirman:
“Dan bertaubatlah kalian kepada Allah semuanya wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung.”
QS. An-Nur: 31
Taubat yang benar meliputi:
- menyesali dosa,
- meninggalkan dosa,
- bertekad tidak mengulanginya,
- mengembalikan hak manusia bila berkaitan dengan kezaliman.
5. Bersedekah
Sedekah termasuk amal saleh yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia.
Rasulullah ﷺ adalah orang paling dermawan, terlebih pada waktu-waktu utama.
Sedekah:
- membantu fakir miskin,
- menumbuhkan kasih sayang,
- dan menghapus dosa.
6. Menjaga Shalat Wajib dan Memperbanyak Shalat Sunnah
Hari Arafah tidak akan sempurna tanpa menjaga shalat lima waktu berjamaah.
Disunnahkan pula:
- shalat rawatib,
- dhuha,
- tahajud,
- witir,
- dan banyak sujud.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud.”
HR. Muslim
7. Berdoa untuk Kaum Muslimin
Hari Arafah adalah momentum mendoakan:
- keluarga,
- orang tua,
- guru,
- kaum muslimin,
- dan saudara yang telah wafat.
Doa untuk sesama muslim termasuk sebab dikabulkannya doa.
V. Larangan dan Hal yang Harus Dijaga
1. Menjauhi Maksiat
Puasa bukan hanya menahan lapar.
Harus menjaga:
- ghibah,
- fitnah,
- dusta,
- permusuhan,
- tontonan haram,
- dan kezaliman.
2. Tidak Berlebih-lebihan Saat Berbuka
Sebagian orang merusak hikmah puasa dengan berlebihan dalam makan.
Allah berfirman:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan.”
QS. Al-A’raf: 31
3. Menjaga Keikhlasan
Semua ibadah harus dilakukan karena Allah, bukan demi pujian manusia.
Allah berfirman:
“Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas.”
QS. Al-Bayyinah: 5
VI. Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Secara Umum
Hari Arafah termasuk bagian dari sepuluh hari terbaik dalam setahun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
HR. Bukhari
Amalan yang dianjurkan:
- puasa,
- dzikir,
- takbir,
- sedekah,
- membaca Al-Qur’an,
- silaturahmi,
- qurban,
- taubat,
- dan doa.
VII. Hikmah Puasa Arafah
1. Melatih Ketakwaan
Puasa mendidik jiwa untuk tunduk kepada Allah.
2. Menghapus Dosa
Puasa menjadi sebab pengampunan dosa-dosa kecil.
3. Menumbuhkan Empati
Orang yang berpuasa merasakan penderitaan orang miskin.
4. Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ
Puasa Arafah termasuk sunnah agung Rasulullah ﷺ.
5. Momentum Muhasabah
Hari Arafah menjadi waktu evaluasi diri sebelum Idul Adha.
Kesimpulan
Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi muslim yang tidak sedang berhaji. Keutamaannya sangat besar, yaitu penghapusan dosa selama dua tahun dan termasuk hari paling mulia di sisi Allah.
Pada hari itu seorang muslim dianjurkan memperbanyak:
- puasa,
- dzikir,
- takbir,
- tahlil,
- doa,
- istighfar,
- membaca Al-Qur’an,
- sedekah,
- dan berbagai amal saleh lainnya.
Hari Arafah adalah momentum besar untuk:
- mendekatkan diri kepada Allah,
- memperbanyak taubat,
- memperbaiki hubungan dengan sesama,
- dan memohon keselamatan dunia akhirat.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan ampunan pada hari Arafah. Aamiin.
Baca juga : Jadwal Ibadah 24 Jam Saat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Daftar Pustaka
- Al-Qur’an al-Karim.
- Shahih al-Bukhari.
- Shahih Muslim.
- Sunan at-Tirmidzi.
- Tafsir Ibnu Katsir.
- Tafsir Ath-Thabari.
- Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an.
- Syarh Shahih Muslim.
- Fathul Bari.
- Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab.
- Al-Mughni.
- Bidayatul Mujtahid.
- Zadul Ma’ad.
- Lathaif al-Ma’arif.
- Fiqh as-Sunnah.
.jpg)

Komentar
Posting Komentar