Hukum dan Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah dalam Islam
Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Disebut “Arafah” karena terkait dengan Padang Arafah, tempat utama pelaksanaan wukuf dalam haji.
Dasar Hukum Puasa Arafah
Dalil Hadis
Dari Abu Qatadah al-Ansari, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
HR. Sahih Muslim no. 1162
Hadis ini menjadi dasar utama keutamaan puasa Arafah.
Hukum Puasa Arafah
1. Sunnah Muakkadah bagi yang Tidak Haji
Mayoritas ulama:
- Malik bin Anas
- Muhammad bin Idris al-Syafi'i
- Ahmad bin Hanbal
menyatakan bahwa puasa Arafah hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi muslim yang tidak berhaji.
2. Makruh bagi Jamaah Haji di Arafah
Bagi orang yang sedang berhaji dan wukuf di Arafah:
- mayoritas ulama memakruhkan puasa Arafah.
Alasannya:
- agar jamaah kuat untuk berdoa, dzikir, dan menjalankan manasik.
Dalilnya:
Rasulullah ﷺ tidak berpuasa ketika wukuf di Arafah saat Haji Wada’.
Hadis riwayat Umm al-Fadl dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Keutamaan Puasa Arafah
1. Menghapus Dosa Dua Tahun
Hadis utama:
“Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Para ulama menjelaskan:
-
yang dimaksud terutama dosa-dosa kecil (
shaghair), - sedangkan dosa besar memerlukan taubat khusus.
Menurut Al-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim:
Puasa Arafah termasuk amalan besar yang menjadi sebab penghapusan dosa kecil.
Hari Arafah sebagai Hari Mulia
1. Hari Penyempurnaan Agama
Allah berfirman:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian...”
QS. Al-Ma’idah: 3
Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini turun pada Hari Arafah saat Haji Wada’.
2. Hari Pembebasan dari Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah.”
HR. Sahih Muslim
Karena itu:
- puasa,
- dzikir,
- doa,
- istighfar,
sangat dianjurkan pada hari tersebut.
Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah
Tanggal
Dilaksanakan:
- 9 Dzulhijjah.
Mulai dan Berakhir
Sama seperti puasa sunnah lainnya:
-
mulai dari terbit fajar (
Subuh) -
sampai terbenam matahari (
Maghrib).
Penentuan Tanggal Arafah
Terdapat dua pendekatan di kalangan ulama kontemporer:
1. Mengikuti Kalender Lokal / Pemerintah
Mayoritas ulama dan lembaga fatwa modern di banyak negara menetapkan:
- puasa Arafah mengikuti tanggal 9 Dzulhijjah di negeri masing-masing.
Ini yang lazim dipakai di Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan ormas Islam.
2. Mengikuti Wukuf di Arab Saudi
Sebagian ulama berpendapat:
- puasa Arafah mengikuti hari wukuf jamaah haji di Arab Saudi.
Perbedaan ini termasuk masalah ijtihadiyyah.
Niat Puasa Arafah
Lafal Niat
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala.”
Waktu Niat
Menurut mazhab Syafi’i:
- niat puasa sunnah boleh dilakukan sebelum zawal (masuk Dzuhur),
- selama belum makan dan minum sejak Subuh.
Adab dan Amalan pada Hari Arafah
1. Memperbanyak Doa
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.”
HR. Jami' al-Tirmidhi
2. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Dianjurkan membaca:
- takbir,
- tahmid,
- tahlil,
- istighfar.
3. Membaca:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ...
Hubungan Puasa Arafah dan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Puasa Arafah termasuk bagian dari amal shalih pada 10 hari pertama Dzulhijjah.
Hadis:
“Tidak ada hari-hari yang amal shalih lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini...”
HR. Sahih al-Bukhari
Karena itu banyak ulama menganjurkan:
- puasa sejak 1–9 Dzulhijjah,
- terutama tanggal 9 (Arafah).
Orang yang Dianjurkan Puasa Arafah
Dianjurkan
- Muslim baligh
- Tidak sedang haji
- Mampu berpuasa
Tidak Dianjurkan atau Tidak Wajib
- Orang sakit berat
- Musafir yang kesulitan
- Wanita haid/nifas
- Jamaah haji di Arafah
Puasa Arafah dan Qadha Ramadhan
Para ulama membahas apakah boleh menggabungkan niat:
- qadha Ramadhan,
- dengan puasa Arafah.
Pendapat Ulama
1. Boleh Digabung
Sebagian ulama membolehkan:
- mendapat pahala qadha,
- sekaligus keutamaan hari Arafah.
2. Lebih Utama Dipisah
Sebagian ulama Syafi’iyyah menyatakan:
- lebih sempurna jika qadha dan Arafah dipisah.
Hikmah Puasa Arafah
1. Menumbuhkan Ketakwaan
Puasa mendidik pengendalian hawa nafsu.
2. Menyambungkan Hati dengan Syiar Haji
Walaupun tidak berhaji, kaum muslimin ikut merasakan suasana spiritual Arafah.
3. Momentum Taubat Nasional dan Global
Hari Arafah adalah momentum:
- introspeksi,
- istighfar,
- memperbaiki hubungan dengan Allah.
Kesimpulan
Puasa Arafah adalah salah satu puasa sunnah paling utama dalam Islam yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Keutamaannya sangat besar karena menjadi sebab dihapuskannya dosa dua tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.
Puasa ini:
- sunnah muakkadah bagi yang tidak berhaji,
- makruh bagi jamaah haji di Arafah,
- dan dianjurkan disertai dzikir, doa, serta taubat.
Hari Arafah sendiri merupakan hari agung:
- hari penyempurnaan agama,
- hari pengampunan,
- dan hari pembebasan dari neraka.
Karena itu kaum muslimin dianjurkan memanfaatkan hari tersebut dengan:
- puasa,
- ibadah,
- dzikir,
- doa,
- dan memperbanyak amal shalih.
Daftar Pustaka Singkat
- Al-Qur'an.
- Sahih Muslim.
- Sahih al-Bukhari.
- Al-Nawawi, Syarh Shahih Muslim.
- Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.
- Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar